Aku berusaha memahami makna atas probabilita atas possibilitas. Aku tidak akan menjabarkan posibilitas itu karena kalianlah yang harus menjelaskan makna itu dengan otak kalian sendiri. Tidak akan ada rumus di dalam blog yang bersahaja ini. Bukankah hidup adalah kumpulan probabilitas? Dimana segalanya mempunyai cabang-cabag dan ranting-ranting tentang arah hidup yang hendak kita capai. Segala sesuatu yang menyangkut tentang probabilitas adalah saat aku mempelajari matematika. Bila diibaratkan pohon maka kita itu sebenarnya berjalan di lajur yang arahnya di jalur yang kita pilih. Kita pilih cabang itu, maka kita akan ketemu cabang yang berbeda. Akhirnya kita harus berjalan menuju sampai ranting terkecil suatu pohon dan itupun harus memilih daunnya atau buahnya sebgai hasil akhir keputusan.
Hal ini pernah terjadi pada diriku yang malang ini, aku pernah dihadapkan pada suatu pilihan dimana aku akan mengantarku pada kemungkinan terburuk. Pengalaman ini akan aku akan bagi dengan kalian sebagai orang yang tidak ember. Aku punya pengalaman hampir masuk pengadilan anak-anak akibat aku diam-diam berhubungan dengan yang orang yang aku kenal baik namanya bahkan aku ingat namanya sampai sekarang. Namanya Robi, dia itu salah seorang cowok terjelek dan terancur mukanya yang pernah kutemui, bahkan lebihparah dari Budi Anduk yang agak mendingan lah mukanya dan kakinya penuh koreng bekas jatuh dari… mungkin motor terlihat jelas dari kelakuannya. Kami ketemu di chatting yang kebetulan saat itu aku memakai nama chatting female Eminem di salah satu forum mirc. Akhirnya setelah kopi darat yang belakangan kuketahui ada campur tangan teman ceweknya. Aku merasa inilah saat yang tepat untuk berteman. Aku dan dia mengalami masa-masa yang indah dan bhagia layaknya teman biasa. Lambat laun aku mulai mengendus keburukannya dan dia suka memeras aku. Akhirnya jadilah kami bertengkar dan aku banyak membuat pilihan yang salah. Aku terjebak dan terpaksa ke kantor polisi. Pokoknya buruk banget deh pengalamanku.
Terus ada temanku dan aku sedang membicarakan tentang nama kami masing-masing di kelas habis ulangan. Kami membhas berapa banyak orang memakai nama yang kami pakai sekarang dengan kesamaan orang lain. Sambil iseng-iseng main internet, kami menemukan bhawa nama temanku yang laki ternyata banyak dipakai cewek Sedangkan namaku itu terlalu murahan alias pasaran a.k.a komersil banget. Bayangkan bila ada 500 nama yang mirip sama nama kalian. Toh kalian akan merasa ini bukan ciri khas saya. Lagipula aku sudah terbiasa beradaptasi dengan nama 5 Adelia yang ada di sekolah tanpa merasa keberatan sama sekali. Itu teori probabilitas.
Adelia ada 4 orang di SMAN 1 Palembang yaitu Adelia TIarasany – aku, Adelia Wulandari, Adelia Novariany, Adelia Ivana, dan ada Adelia lain d sekolah tapi aku lupa nama panjangnya.
Terus banyak kejadian menggelikan terjadi di sekitarku yang menyangkut teori posibilitas yang kadang-kadang kita harus akui kemujaraban rumus matematika dalam mempertemukan fakta dengan akal melalui rumus yang acangkuret menurutku pribadi. Pilihan yang aku ambli pernah membawaku ke suatu jurang, alul aku putuskan tidak mau memaki pilihan semacam itu lagi. Aku percaya pengalaman adalh guru terbaik dalam menghadapi persoalan. Ingat untuk selalu berkonsultasi dengan orang yang kita sayangi agar kita tidak salh cabang di pohon yang mengantar kita untuk membusuk di buah yang belum matang atau busuk.
Best wish for you all!